Makna Hari Pahlawan Bagi Pelajar Generasi Penerus Bangsa
Ady Suria Nata,S.E,
MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), kata Pahlawan adalah sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani
dalam membela kebenaran. Secara etimologis, kata pahlawan berasal dari
kata pahala, dan berakhiran wan, disingkat pahalawan. Artinya,
mereka yang pantas memperoleh pahala karena jasa-jasanya bagi perjuangan
menegakkan kebenaran.
Tanggal 10 November merupakan momen dimana
kita mengingatkan kembali hari bersejarah yang dulu para pejuang kita
menumpahkan darahnya dalam mempertahankan bumi merah putih Indonesia kita
tercinta atau yang lebih dikenal dengan hari pahlawan. Sebagai generasi
penerus cita cita bangsa ini ,kita diharapkan dapat melaksanakan cita-cita para
pahlawan kita yaitu dengan mengisi kemerdekaan yang sudah mereka rebut dengan
mengorbankan harta, benda, bahkan jiwa raganya.
Sebuah ungkapan yang sering kita dengar dari
bapak proklamator kita, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat jasa
para pahlawannya”. artinya kita tidak akan melupakan sejarah bangsa tersebut
serta perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan
mempertahankan negara Indonesia. Peringatan hari pahlawan adalah momentum yang
baik untuk meneladani pahlawan kita dan mengamalkannya kedalam sikap dan
perilaku kita di dalam mengisi kemerdekaan ini.
Kisah perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan
sesudah kemerdekaan telah banyak dimunculkan dalam pelajaran sekolah. Tidak
cukup hanya dengan membaca kisah perjuangan, memperingati hari dalam kalender
nasional saja akan tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan
mengajarkan keteladanan kepada anak-anak Indonesia, seperti mengajarkan tentang
keikhlasan, kedisiplinan, kejujuran, kegigihan, pantang menyerah, dan melakukan
kewajiban dan hak.
Menghargai jasa para pahlawan juga tidak
hanya dilakukan dengan berziarah kubur ke makan pahlawan saja, atau sekadar
menghafalkan nama-nama pahlawan dan perannya dalam pembelajaran sejarah
Indonesia, namun Kita harus mampu menjaga kemerdekaan itu sebab kemerdekaan
yang kita dapatkan tidaklah mudah. Kita mungkin sudah terlepas dari ancaman
penjajahan bangsa lain yang ingin kembali menguasai Indonesia namun, kita tidak
bisa lepas dari ancaman yang lain, seperti kemiskinan, kebodohan, gizi
buruk, dan masalah lainnya. Semua orang bisa menjadi pahlawan di masa ini
dengan caranya masing-masing.
Selama ini kita memaknai bahwa pahlawan itu
selalu melakukan peperangan dengan mengangkat, senjata namun sejatinya makna
pahlawan itu sangat luas. Seorang guru bisa dikatkan pahlawan oleh peserta
didiknya, orang tua juga pahlawan bagi anaknya, seorang suami jadi pahlawan
bagi istrinya begitu juga sebaliknya, dan masih banyak lagi contoh
pahlawan-pahlawan lain.
Para peserta didik kita juga bisa menjadi
pahlawan karena memerangi rasa malas dan kebodohan di tengah era digitalisasi
seperti saat ini, yang lemah pengawasan dan memiliki banyak kendala. Pelajar
juga bisa menjadi ujung tombak perjuangan, bukan lagi melawan penjajah dengan
mengangkat senjata dan pergi ke medan perang melainkan melawan kebodohan dengan
cara tekun belajar. (Penulis Adalah Ady Suria Nata,S.E, yang merupakan Guru di MTs Negeri 1 Kutai Kartanegara)