Program 1.000 Guru Sarjana, Wujud Nyata Komitmen Peningkatan SDM Kukar
Kepala Bagian Kesra Setkab Kukar Dendy Irwan Fahreza
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) jadi perhatian serius Pemerintah
Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu program sebagai bentuk komitmen
mewujudkan SDM yang berkualitas adalah Program 1000 Guru Sarjana, program itu menjadi
program prioritas Kukar Idaman dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJMD) 2021-2026.
Tahu 2023 ini, Pemkab Kukar menargetkan ada
sebanyak 800 guru yang akan dibiayai untuk menempuh pendidikan S1 (Strata 1),
dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp4,5 miliar.
Kepala Bagian Kesra Setkab Kukar Dendy Irwan
Fahreza mengatakan bahwa program beasiswa 1000 sarjana ini menyasar kepada
tenaga pendidik yang belum sarjana namun telah mendapatkan jam pelajaran Non
PNS, guru yang sudah sarjana tapi belum linier dan calon guru yang masih
kuliah.
"Untuk tahun pertama 2022 program ini
sudah terealisasi sebanyak 215 tenaga pendidik yang telah dibiayai tuntas 4
tahun atau 8 semester. Untuk anggaran ditahun kedua ini (2023) sebesar Rp 4,5
miliar dapat menyelesaikan kuota sekitar 800 orang tenaga pendidik)." ujar
Dendy.
Dendy mengungkapkan untuk program ini Pemkab
Kukar telah bekerjasama dengan beberapa universitas yang ada di Kalimantan
Timur (Kaltim) seperti Universitas Terbuka, Universitas Mulawarman, Universitas
Widya Gama dan Universitas Kutai Kartanegara. Kerjasama beasiswa tuntas ini
akan langsung dibayarkan dan dikelola oleh Universitas
Ia menyebut untuk tahun pertama masih sedikit
penerimanya, karena banyak yang salah upload. Sehingga pentingnya verifikasi
pada saat pendaftaran. Untuk mengatasi kendala tersebut Bagian Kesra gencar
mengadakan sosialisasi dan pendampingan yang masif di 20 kecamatan tentang Program
Beasiswa 1000 Guru Sarjana.
"Mudah-mudahan treatment yang kami
lakukan ini bisa maksimal dan mencapai target kinerjanya." harapnya.
Sementara Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Joko Sampurno, menyebut Program
1000 Guru Sarjana pada tahun pertama itu sekitar 300 tenaga pendidik. Dan untuk
tahun ini menyasar 352 tenaga pendidik tingkat PAUD dan 200 guru agama.
"Untuk Disdikbud sendiri itu
mengakomodir guru-guru yang belum S1 mulai dari PAUD, SD, samapai dengan SMP
baik negeri maupun swasta yang belum berkualifikasi S1 dan mereka yang belum
linier. Artinya mereka sudah sarjana tetapi tidak linier di bidangnya mengajar.
Misalnya ada sarjana ekonomi yang mengajar di PAUD oleh karena itu yang
bersangkutan harus mengambil kuliah lagi yang linier PAUD." jelasnya.
Kemudian ada juga sarjana lain yang mengajar
di SD atau di SMP mereka harus mengambil program sesuai yang diajarkan.
Sehingga memenuhi persyaratan sesuai dengan undang-undang guru dan dosen bahwa guru
itu harus berkualifikasi S1 yang linier.
"Sementara untuk sesaran beasiswa itu
tergantung dia semester berapa karena yang dibantu itu sampai semester 8.
Setiap tahunnya itu Rp 5 juta." sebutnya.
Ia menambahkan untuk realisasi beasiswa ini
paling banyak di sekitar Tenggarong. Sedangkan di wilayah hulu masih kurang,
karena menyangkut kalau dia kuliah harus meninggalkan tempat tugas kemudian
biaya transport besar.(adv/pk)