Masyarakat Enggelam Andalkan Hasil Tangkap Ikan

img

Kepala Desa Muara Enggelam Madi.I

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Sektor perikanan di Desa Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis menjadi sumber penghasil masyarakat, hampir 95 persen masyarakat berpenghasilan dari nelayan.

Kepala Desa Muara Enggelam Madi mengatakan, masyarakat Muara Enggelam setiap hari mencari ikan di sungai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, mereka dalam sehari menghasilkan ratusan ribu rupiah dari hasil tangkap ikan di sungai.

"Untuk pendapatan nelayan tidak bisa diprediksi, kalau hasil tangkapnya sedikit mereka menyimpan ikan itu terlebih dahulu, kemudian dipasarkan ke Tenggarong bahkan Samarinda. Kalau hasil tangkapanya melimpah bisa mencapai jutaan rupiah," kata Madi. I kepada Poskotakaltimnews, di gedung Putri Karang Melenu (PKM), Kamis (25/5/2023)

Selain dipasarkan langsung, ikan tersebut diolah menjadi ikan asin, dan ikan asin itu dipasarkan hingga ke luar daerah. Sementara hasil tangkap ikan berupa ikan baong, jelawat, rempang, dan ikan sungai lainnya.

Adapun kendala yang dialami para nelayan saat ini ialah, di perairan sungai Muara Enggelam masih terjadi kegiatan ilegal fishing. Masih ada oknum yang melakukan penangkapan ikan dengan cara yang tidak sesuai standar.

"Sehingga menyebabkan para nelayan kesulitan untuk mencari ikan, kasihan nelayan kita kalau masih ada oknum yang menangkap ikan menggunakan alat yang tidak wajar," ungkapnya.

Sementara dukungan dari pemerintah desa terhadap sektor perikanan yakni, memberikan bantuan sarana dan prasarana perikanan. Tidak hanya pemerintah desa saja, Pemkab Kukar juga sangat mendukung sektor perikanan yang ada di Kukar, khususnya Desa Enggelam.

"Bantuan yang kami berikan berupa sarana dan prasaran perikinan, seperti alat tangkap ikan, perahu ces, mesin ces, dan lainnya" sebutnya

Dirinya berharap, kepada pemerintah daerah agar ada penegakkan hukum terhadap masyarakat yang melakukan kegiatan ilegal fishing. Pemerintah daerah dan aparat bisa memonitoring langsung dan memsosialisasikan bahwa ilegal fishing sangat berdampak negatif.

"Sehingga kegiatan tangkap ikan itu tidak dikuasai sejumlah kelompok, tapi semua berhak melakukan tangkap ikan," ucapnya.

Menurutnya, jika tidak ada kegiatan ilegal fishing, nelayan tangkap ikan bisa memperoleh ikan yang melimpah, dan perekonomian masyarakat juga bisa terkendali dengan baik.(riz)