Pemkab Kukar Bakal Bangun Listrik Energi Baru Terbarukan
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan merealisasikan pembanbunan Listrik
Energi Baru Terbarukan (ETB), yang perencanaan tersebut bakal diwujudkan pada
akhir tahun 2023, untuk 12 sekolah di Kutai Kartanegara.
Pelaksanaan pembangunan ETB menggunakan solar
cell atau pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 12 skeolah tersebut terdiri 5
Sekolah Dasar (SD) dan 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang tersebar
dibeberapa kecamatan di Kukar.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna mengatakan, pembangunan EBT atau PLTS
di sekolah dianggarkan sekitar Rp. 10,5 milliar pada anggaran Perubahan RKPD
2023.
"Rencana pembangunan tersebut bagian
dari komitmen terhadap pelayanan dasar sektor pendidikan, khususnya berupa
penerangan atau listrik," ucap Sy. Vanesa Vilna kepada Poskotakaltimnews,
di ruang kerjanya, Rabu (9/8/2023).
Menurutnya, listrik sangat dibutuhkan apalagi
di sekolahan. Listrik menjadi penunjang proses kegiatan belajar mengajar di
sekolah.
"Seperti internet di sekolah membutuhkan
listrik, komputer dan lainnya pasti membutuhkan listrik, hal ini merupakan
sarana dan prasarana untuk anak anak belajar dengan baik," katanya.
Ia menyebutkan, sekolah yang dibangunkan PLTS
diantaranya SDN 009 dan SDN 004 Kecamatan Muara Wis, SDN 011 Tabang, SDN 014
dan SDN 002 Anggana.
Kemudian, SMP N 8 Muara Kaman, SMP N 6 Kota
Bangun, SMP N 3, SMP N 4, SMP N 5, dan SMP N 6 Anggana, SMP N 7 Samboja.
Sementara itu Kabid Perencanaan Pengendalian
Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri menambahkan, selama ini kebutuhan listrik
mereka menggunakan generator listrik.
"Kita juga tidak menyangka ternyata di
Kukar masih ada sekolah yang belum teraliri listrik, maka dari itu hal ini
ditindaklanjuti ke Dinas Pendidikan," ungkap Saiful Bahri.
Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
(Disdikbud) menyebutkan bahwa listrik ini bersifat urgent jadi harus segera
dipasangkan.
"Kalau solusinya kita belikan generator
(genset) itu malah banyak memakan biaya operasional, yang harus beli minyak dan
lainnya. Dan akhirnya kita rencanakan untuk dibangunkan PLTS," ujarnya.(riz/adv)