Sistem Zonasi PPDB di Kaltim Masih Menyulitkan, Akhmed Reza Fachlevi Serukan Evaluasi
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Masalah sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan bagi legislator karang paci, Akhmed Reza Fachlevi dari fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Reza
menilai bahwa kebijakan sistem zonasi sering menyulitkan masyarakat, terutama
di daerah pemilihan (dapil) Kutai Kartanegara. Salah satu persoalan utama yang
kerap kali dikeluhkan adalah ketidaksesuaian antara lokasi tempat tinggal warga
dengan wilayah zonasi sekolah yang ditentukan.
"Misalnya,
warga tinggal di RT A atau di kelurahan A, tapi tidak masuk dalam zonasi
sekolah terdekat. Ini tentu merugikan mereka," ujarnya.
Ia
menegaskan bahwa masalah jarak antar sekolah sering menjadi penghambat utama.
Di beberapa daerah, sekolah yang tersedia berjarak cukup jauh, sehingga sistem
zonasi menjadi tidak relevan. Permasalahan serupa juga terjadi di kota-kota
besar seperti Samarinda dan Balikpapan.
Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama
Pemerintah Provinsi Kaltim diharapkan Reza, dapat mencari solusi terbaik untuk
mengatasi kendala ini.
"Kami
butuh simulasi dan solusi konkret agar PPDB di Provinsi Kaltim ke depannya
tidak menyulitkan masyarakat," tambahnya.
Ia juga
menekankan pentingnya menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait kebijakan
zonasi. Jika nantinya sistem ini dihapus atau direvisi, ia memastikan DPRD
Provinsi Kaltim akan mendukung perubahan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
“Yang
jelas, kami harapkan sistem pendidikan, baik di Indonesia maupun di Kaltim,
bisa lebih baik lagi di masa depan,” tutupnya.(adv/die)