Pemkab Berau Bangun Benteng Antinarkoba Dimulai dari Kampung, 179 Aparatur Jalani Tes Urine
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Berau mulai diperkuat dari lingkungan Pemerintahan Kampung. Sebanyak 179 aparatur kampung di wilayah pesisir menjalani tes urine sebagai langkah deteksi dini sekaligus memastikan aparatur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan yang digelar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Kesbangpol) itu berlangsung di Kantor Kecamatan Talisayan, Senin (10/8/2026).
Tes urine tersebut diikuti aparatur kampung dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan
Tabalar, Biatan, dan Talisayan.
Wakil Bupati Berau
Gamalis hadir langsung memberikan arahan sekaligus memantau pelaksanaan
pemeriksaan. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Berau itu menjadi penegasan
bahwa pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak hanya
menyasar masyarakat umum, tetapi juga dimulai dari aparatur pemerintahan.
Kepala Kesbangpol
Berau Salim mengatakan, tes urine merupakan bagian dari program Pemkab Berau
untuk menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan
Narkotika. Menurutnya, aparatur kampung memiliki posisi strategis karena
berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, integritas dan kondisi
aparatur menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan kampung yang
sehat.
“Ini merupakan
program wajib Pemkab Berau yang dibina langsung oleh Bapak Wakil Bupati. Tidak
hanya aparatur kampung, tetapi juga lintas sektor dan vertikal. OPD maupun
kepolisian juga meminta hal serupa untuk dilakukan tes urine,” ujar Salim.
Ia menegaskan,
pemeriksaan tersebut bukan dimaksudkan untuk sekadar mencari kesalahan,
melainkan sebagai langkah pencegahan agar lingkungan pemerintahan benar-benar
terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Aparat pemerintah di
Kabupaten Berau ini dilakukan tes urine agar bersih dan terhindar dari
penyalahgunaan narkoba. Supaya aparatur sehat, kampung kuat, masyarakat hebat,”
katanya.
Wakil Bupati Berau
Gamalis menegaskan, tes urine tidak boleh dipandang sebagai kegiatan
administratif semata.
Menurutnya,
pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pembinaan sekaligus upaya pencegahan
dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif di
lingkungan pemerintahan. Gamalis mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung
pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga meminta proses pemeriksaan dilakukan
secara tertib, objektif, transparan, dan tetap menghormati hak privasi setiap
peserta.
“ASN sebagai
penyelenggara pemerintahan dan pelayan masyarakat menaruh kepercayaan kepada
kita. Kepercayaan tersebut kita jawab dengan menjaga profesionalitas,
integritas, disiplin, dan lingkungan pemerintah bebas dari penyalahgunaan
narkotika,” tegas Gamalis.
Bagi Gamalis,
aparatur pemerintah tidak cukup hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Mereka juga harus mampu menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan yang sehat
dan bebas dari narkoba. Sebab, dampak penyalahgunaan narkotika tidak berhenti
pada individu. Persoalan tersebut dapat merembet ke keluarga, menurunkan
produktivitas, mengganggu masa depan generasi muda, hingga memengaruhi kualitas
pelayanan publik.
“Penyalahgunaan
narkoba ini merusak kesehatan, keluarga, masa depan, dan produktivitas
sehari-hari. Ini menjadi pengganggu kualitas kita sebagai pelayan publik,”
ujarnya.
Gamalis meminta
aparatur pemerintah menjadi benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan
narkotika, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya. Ia
mengajak seluruh aparatur untuk tidak hanya menjaga diri, tetapi juga ikut
menjaga keluarga dan lingkungan masing-masing.
“Kita sebagai ASN
harus bisa menjadi contoh untuk menjadi benteng pertahanan dari penyalahgunaan
narkoba. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan,” pesannya.
Upaya tersebut,
lanjut Gamalis, juga menjadi bagian dari dukungan Pemkab Berau terhadap
reformasi birokrasi. Lingkungan pemerintahan yang sehat dinilai menjadi salah
satu fondasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Pemkab selalu
mendukung upaya bagaimana menciptakan lingkungan pemerintah yang bersih,
birokrasi yang sehat karena ini merupakan pondasi penting bagi layanan publik
berkualitas,” pungkasnya.
Langkah pemeriksaan
terhadap aparatur kampung di wilayah pesisir ini sekaligus memperkuat komitmen
Berau dalam membangun Kampung Bersinar, dengan pemerintahan yang sehat sebagai
salah satu fondasi untuk melindungi masyarakat dan generasi masa depan dari ancaman
Narkotika. (sep/FN)