Polisi Akan Proses Hukum “Hantu Kacak” Kalau Ada Korban Melapor
TENGGARONG, Belimbur merupakan tradisi saling menyiramkan air
kepada sesama anggota masyarakat yang merupakan bagian dari ritual penutup
Festival Erau. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kelancaran
pelaksanaan Erau, selain itu juga belimbur merupakan sebagai sarana pembersihan
diri dari sifat buruk dan unsur kejahatan.
Namun sayang tradisi ini lagi lagi tercorengi oleh oknum-oknum
nakal yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (30/7)
lalu yang mana prosesi belimbur sedang berlangsung di daerah Timbau, Kecamatan
Tenggarong.
Kejadian tersebut juga terekam di Video amatir di Medsos yang mana
sekelompok pria melakukan pelecehan terhadap seseorang wanita yang sedang
mengendari motor. Dengan bermodus berpura pura menyiram air ke target namun
tangan pelaku juga ikut beraksi dengan meremas payudara wanita.
Dengan kejadian ini pihak Kepolisan Polres Kukar akan mengusut
para oknum oknum nakal yang tidak bertanggung jawab dan menunggu laporan dari
korban pelecehan. "Saya himbau kepada masyarakat apabila menemukan atau
menjadi korban pelecehan agar segera melapor ke kepolisan terdekat dan jangan
main hakim sendiri. Karena ketika main hakim sendiri akan
menimbulkan pidana baru." Kata Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen
melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah
Selain itu, penyebaran kebencian yang di lakukan oleh pengguna
Facebook yang bernama "Pelita Senja" yang mana pelita senja dalam status
akun Facebooknya mengatakan ( Hari dmn seluluh pria menyakiti wanita secara
terbuka dan lazim secara tradisional ) dalam postingan tersebut banyak menuai
keritik dari Nitezen
"Itu sebenarnya tidak boleh dilakukan, penebaran kebencian di
Medsos sudah banyak contohnya sudah banyak juga pasal yang diterapkan , jadi
apabila masyarakat ada yang tidak terima silangkan melaporkan kepada ke
kami." Ujarnya dra/poskotakaltimnews.com