Rapat Paripurna DPRD Kukar Bahas KUA-PPAS APBD 2026, Fokus pada SDM, Infrastruktur, dan Kesejahteraan
Anggota Dewan DPRD Kukar, Faridah sebagai juru bicara Banggar. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
menggelar rapat paripurna ke-4 masa sidang I, Senin (25/08/2025), di ruang
rapat paripurna.
Agenda rapat membahas
laporan Badan Anggaran (Banggar) serta persetujuan bersama terhadap Kebijakan
Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun
2026.
Rapat dipimpin Ketua
DPRD Kukar Ahmad Yani, dengan laporan disampaikan oleh Faridah selaku juru
bicara Banggar.
Dalam laporannya, ia
menekankan bahwa penyusunan RKPD 2026 menjadi momentum penting, bukan hanya
sebagai bagian dari periode RPJMD 2021–2026, tetapi juga sebagai masa transisi
menuju perencanaan pembangunan daerah berikutnya.
“Banggar bersama TAPD
telah melakukan serangkaian pembahasan terhadap KUA-PPAS. Kebijakan umum
anggaran 2026 tetap mengacu pada asumsi makro ekonomi nasional, dengan fokus
pada diversifikasi sektor sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur,
peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja baru,”
ujar Faridah dalam paparannya
Adapun sektor-sektor
prioritas yang menjadi perhatian meliputi pertanian, pariwisata, pendidikan,
serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
Faridah juga
menekankan pentingnya dukungan kebijakan daerah, optimalisasi Pendapatan Asli
Daerah (PAD), serta peran aktif Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baik Perseroda
maupun Perumda.
Banggar DPRD Kukar
juga mendorong adanya sinergi pembangunan dengan program Corporate Social
Responsibility (CSR) perusahaan, serta keselarasan program daerah dengan
pemerintah provinsi maupun pusat.
Dari sisi pendapatan daerah, Banggar mencatat total pendapatan Kukar tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp7,583 triliun. Angka tersebut terdiri dari PAD, dana transfer, serta penerimaan pembiayaan lainnya.
“Program prioritas
pembangunan Kukar 2026 diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,
penguatan sektor kebudayaan, pendidikan, pariwisata, daya saing daerah,
pemerataan pendapatan, penyediaan air bersih, penataan permukiman, serta
penguatan konektivitas wilayah,” pungkas Faridah. (Adv/Tan).