Ketua DPRD Kukar: MTQ Harus Jadi Spirit untuk Mengamalkan Nilai Al-Qur’an

img

Penyerahan Piala Juara I Umum yang Diraih oleh Kecamatan Tenggarong Dalam Acara Penutupan MTQ Kukar 2025

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025 resmi ditutup pada Kamis malam (30/10/2025). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang menilai antusiasme masyarakat terhadap event ini cukup besar.

Ahmad Yani menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ tahun ini. Ia menilai, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara panitia, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan MTQ ke-46 ini. Semua berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya pada Jumat (31/10/2025).

Lebih lanjut, Ahmad Yani menegaskan bahwa esensi dari pelaksanaan MTQ bukan hanya sebatas perlombaan membaca dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang penting bukan hanya mempertandingkan bacaan Al-Qur’an, tetapi bagaimana kita mampu mengamalkan dan menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berhenti pada rutinitas membaca Al-Qur’an, melainkan menjadikan isi dan maknanya sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku di tengah kehidupan sosial.

“Gerakan kita mengaji itu baik, tapi jangan hanya dibaca dan diucapkan di mulut. Roh dari ayat-ayat yang kita baca harus benar-benar kita jalankan dalam kehidupan,” ujarnya.

Menurut Ahmad Yani, MTQ memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta berpegang pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Ia juga berharap agar kegiatan MTQ tidak hanya menjadi agenda tahunan seremonial, tetapi menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani di Kutai Kartanegara yang berkelanjutan.

“Semoga semangat MTQ ini menjadi kekuatan moral bagi masyarakat kita untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” pungkasnya.(ADV)