Peringatan Hari Guru Ke-80 : Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Peran Guru dalam Membangun Kualitas SDM

img

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional Ke-80 di Kabupaten Kukar.


POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa peran guru merupakan fondasi terpenting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah, sebuah pesan yang ia sampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional ke-80 yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kukar pada Senin (24/11/2025).

 

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yani menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga pendidik yang selama ini menjadi garda depan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

 

Ia menilai guru tidak hanya berperan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi teladan moral dan karakter bagi generasi muda.

 

Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat membangun yang melekat pada diri siswa sebagian besar terbentuk dari keteladanan para guru.

 

“Tentu kami mengucapkan selamat Hari Guru. Guru hebat, guru kuat, dan semua menginspirasi karena jasa-jasa guru itu tidak pernah terlupakan oleh siapa pun,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang dinikmati saat ini tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar para pendidik.

 

Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat luas, mulai dari membentuk pola pikir masyarakat, memperkuat kualitas pendidikan, hingga menciptakan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman.

 

Ia menyebut keberhasilan daerah dalam mencapai kesejahteraan dan stabilitas sosial sangat ditentukan oleh seberapa baik proses pendidikan berlangsung di sekolah.

 

“Jasa para gurulah yang membuat seluruh unsur seperti pembangunan, kesejahteraan hingga perdamaian bisa tercapai,” ungkapnya.

 

Ahmad Yani berharap momentum Hari Guru Nasional ke-80 semakin memperkuat kesadaran bersama untuk menghormati dan mendukung para pendidik.

 

Baginya, sosok guru layak dijadikan panutan karena dedikasinya yang tidak mengenal waktu.

 

“Guru itu harus benar-benar bisa dicontoh, menjadi teladan, dan betul-betul menyandang predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,” tutupnya. (Advertorial)