Beban Kerja Meningkat, Insentif Ketua dan Pengurus RT di Kukar Ikut Ditingkatkan Tiga Kali Lipat
(Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama jajaran Forkopimda dan para RT di kecamatan Muara Jawa/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Kunjungan kerja Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Auli
Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin di Kecamatan Muara Jawa pada
Sabtu (22/11/2025) menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan
para ketua RT.
Salah satu fokus
pembahasan adalah meningkatnya beban kerja perangkat RT setelah Pemerintah
Kabupaten Kukar menaikkan anggaran program RT dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta
per RT.
Dalam pertemuan tersebut,
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengungkapkan sejumlah ketua RT menyampaikan
bahwa kenaikan anggaran tentu membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang
lebih besar, mulai dari perencanaan kegiatan hingga pertanggungjawaban
administrasi.
Mereka mempertanyakan
kesesuaian insentif yang diterima dengan beban kerja yang kini tiga kali lipat
lebih berat.
“Anggaran tambah, manfaat
harus semakin besar bagi masyarakat. Tapi beban kami juga besar, Pak Bupati.
Dari Rp50 juta ke Rp150 juta, bagaimana dengan honor kami?,” ungkap Aulia
menyampaikan aspirasi RT.
Menanggapi hal tersebut,
Bupati Auli Rahman Basri menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam
terhadap kondisi perangkat RT. Ia memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan
langkah untuk menyesuaikan hak-hak perangkat RT agar setara dengan tanggung
jawab mereka.
“Program RT naik tiga kali
lipat, sehingga honor juga naik menjadi Rp1,5 juta. Ini berlaku bukan hanya
untuk ketua RT, tapi juga sekretaris dan bendahara,” ujar Aulia.
Aulia menegaskan bahwa RT
merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat, sehingga peningkatan beban
kerja harus diimbangi dengan penghargaan yang layak.
Ia juga menekankan
pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan profesional untuk
memastikan manfaat program benar-benar dirasakan warga.
Sementara itu Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, yang turut mendampingi,
menegaskan kembali bahwa penyesuaian insentif perangkat RT menjadi prioritas.
“Kenaikan insentif RT akan kita hitung. Karena beban kerjanya
bertambah, maka insentifnya juga harus dinaikkan. Ini berlaku bagi ketua,
sekretaris, maupun bendahara RT,” pungkas Arianto saat dikonfirmasi Senin
(24/11/2025). (Adv/Tan)