Gubernur Kaltim Ingin Gerakan Pasar Ikan Murah di Berau Disiapkan Jadi Program Menekan Stunting dan Inflasi

img

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berbincang dengan salah satu pedagang Pasar Ikan Murah di Kabupaten Berau. Foto : sep/fn


POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah upaya pemerintah menekan angka stunting dan menjaga stabilitas harga pangan, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mendorong Pemerintah Kabupaten Berau menjadikan Pasar Ikan Murah sebagai agenda rutin yang berkelanjutan.

 

Bagi Rudy, pasar ikan murah bukan sekadar tempat menjual hasil tangkapan nelayan dengan harga terjangkau, tetapi menjadi bagian dari strategi besar meningkatkan konsumsi protein masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

 

Pesan itu disampaikan Rudy saat meninjau langsung pelaksanaan pasar ikan murah di Jalan Pangeran Diponegoro, Tanjung Redeb, Kamis (23/7/2026). Didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan jajaran pemerintah daerah.

 

Rudy melihat tingginya antusiasme masyarakat yang rela berdesakan membeli ikan segar meski lokasi pasar becek akibat hujan yang mengguyur sejak pagi. Berbagai jenis ikan laut hingga kepiting habis diserbu pembeli. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan bergizi dengan harga yang terjangkau.

 

Melihat tingginya animo warga, Rudy meminta agar pasar ikan murah tidak hanya digelar pada momen tertentu, melainkan menjadi program rutin yang menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.

 

"Ibu Bupati, terus Bu digalakkan kegiatan ini," ujar Rudy di sela-sela peninjauan.

 

Menurut Rudy, ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan anak dan mencegah stunting. Karena itu, semakin mudah masyarakat memperoleh ikan dengan harga terjangkau, maka semakin besar peluang pemerintah meningkatkan kualitas gizi keluarga.

 

Di sisi lain, keberadaan pasar ikan murah juga menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Ketika harga pangan berpotensi mengalami kenaikan, pasar murah mampu menjadi penyeimbang agar kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat.

 

"Program seperti ini manfaatnya besar. Bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan ikan dengan harga lebih murah, tetapi juga mendukung percepatan penurunan stunting dan menjaga inflasi daerah tetap terkendali," katanya.

 

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 5 ton ikan segar disiapkan untuk masyarakat. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kondisi normal karena hasil tangkapan nelayan masih dipengaruhi fase bulan terang. Rudy menjelaskan, saat memasuki fase bulan gelap, pasokan ikan biasanya meningkat sehingga volume yang dapat disediakan diperkirakan mencapai 6 hingga 7 ton.

 

Meski pasokan terbatas, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa program tersebut benar-benar dibutuhkan. Karena itu, Rudy menginginkan kegiatan serupa diperluas ke berbagai daerah di Kalimantan Timur. Gubernur yang akrab disapa Harum itu juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau yang berhasil membangun kolaborasi dengan sektor swasta dalam penyelenggaraan pasar ikan murah. Menurutnya, sinergi seperti ini perlu menjadi contoh bagi Kabupaten dan kota lainnya.

 

Ia menegaskan, konsep pasar ikan murah akan di replikasi di seluruh wilayah Kalimantan Timur sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

"Kegiatan seperti ini akan kita laksanakan di seluruh Kalimantan Timur. Kita ingin masyarakat semakin mudah mendapatkan sumber protein berkualitas dengan harga terjangkau," ujarnya.

 

Khusus di Kabupaten Berau, pasar ikan murah direncanakan digelar setiap bulan dengan lokasi yang bergilir di seluruh kecamatan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi ikan di berbagai wilayah. Menutup kunjungannya, Rudy kembali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat.

 

"Tentu akan kita laksanakan semua bagian ini, karena kita harus menekan angka stunting di wilayah Kalimantan Timur," pungkasnya. (sep/FN)