Pemkab Kukar Siapkan Bantuan 23 Rumah Ibadah melalui Program Kukar Berkah

img

Kabag Kesra Setkab Kukar, Fathul Alamin. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat perhatian terhadap pembangunan dan pengembangan rumah ibadah melalui program Kukar Berkah.

 

Tahun ini, sebanyak 23 penerima manfaat ditargetkan mendapatkan dukungan melalui program tersebut.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin mengatakan, bantuan rumah ibadah menjadi salah satu bagian dari program Kukar Berkah yang secara berkelanjutan dilaksanakan pemerintah daerah.

 

Program tersebut diarahkan untuk memberikan dukungan terhadap rumah ibadah di berbagai wilayah Kukar, sehingga dapat menunjang aktivitas keagamaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Untuk program Kukar Berkah ini, program rumah ibadah kita alokasikan dengan belanja hibah,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Sabtu (19/9/2026).

 

Ia menjelaskan, proses penyaluran bantuan saat ini terus dipersiapkan sesuai dengan mekanisme pengelolaan belanja hibah pemerintah daerah.

 

Bagian Kesra juga masih berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar terkait kesiapan pengalokasian anggaran.

 

Ia menyebutkan, tahun ini terdapat 23 penerima manfaat yang ditargetkan mendapatkan dukungan melalui program Kukar Berkah, termasuk bantuan untuk kebutuhan rumah ibadah.

 

“Untuk tahun ini target penerima manfaat dari program Kukar Berkah itu ada 23 penerima,” ungkapnya.

 

Adapun rumah ibadah yang masuk dalam rencana penerima bantuan terdiri dari beberapa masjid, mushola dan gereja.

 

Sementara untuk rumah ibadah lainnya, seperti pura dan vihara, pemerintah daerah tetap membuka ruang pengajuan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

 

“Untuk tahun ini ada beberapa masjid, musala, ada beberapa gereja. Tapi untuk pura dan vihara tahun ini belum ada masuk, karena memang permohonannya belum ada masuk,” jelasnya.

 

Ia menjelaskan, pemberian bantuan hibah dilakukan berdasarkan permohonan dari calon penerima serta melalui tahapan administrasi dan penganggaran yang telah ditetapkan.

 

Menurutnya, mekanisme tersebut diperlukan agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

 

“Memang sebagaimana mekanisme belanja hibah itu perlu ada permohonan dari pemohonnya,” tuturnya.

 

Dukungan terhadap rumah ibadah juga dirasakan masyarakat di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong.

 

Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, mengatakan salah satu bantuan yang telah diterima adalah bantuan ambal untuk Masjid As-Salam melalui kegiatan Safari Subuh.

 

Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap fasilitas keagamaan di tingkat masyarakat.

 

“Yang jelas, itu bantuan untuk masjid yang diserahkan oleh Bapak Bupati,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, masih terdapat sejumlah rumah ibadah di wilayah Bukit Biru yang terus dikembangkan secara bertahap. Beberapa di antaranya masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.

 

Menurutnya, kebutuhan tersebut menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang nantinya dapat disampaikan melalui mekanisme pengajuan bantuan kepada pemerintah daerah.

 

“Memang ada beberapa masjid yang masih perlu perbaikan. Masih ada beberapa yang membutuhkan tambahan atau perbaikan,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kepala Pembangunan Masjid Al Mu'minun Bukit Biru, Subekti, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang sebelumnya telah diberikan pemerintah terhadap pembangunan masjid tersebut.

 

Ia mengatakan, Masjid Al Mu'minun telah menerima bantuan sebanyak dua kali. Pada 2022, bantuan yang diterima sebesar Rp200 juta, kemudian pada 2024 kembali mendapatkan bantuan sebesar Rp500 juta.

 

Dengan demikian, total bantuan yang telah diterima mencapai Rp700 juta.

 

Ia menyebut dukungan tersebut turut membantu proses pembangunan Masjid Al Mu'minun yang hingga kini terus dilakukan secara bertahap.

 

Selain bantuan pemerintah, pembangunan masjid juga mendapat dukungan melalui swadaya masyarakat.

 

“Alhamdulillah, kami sudah dua kali mendapatkan bantuan. Masih cukup banyak yang belum diselesaikan, mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan dapat bantuan lagi,” ungkapnya.

 

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan rumah ibadah dapat terus terjaga, sehingga fasilitas keagamaan dapat semakin baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

 

“Karena pembangunan masjid ini juga dibangun menggunakan swadaya masyarakat. Kami berharap dukungan untuk pembangunan rumah ibadah bisa terus berlanjut,” pungkasnya. (Adv/Kriz)