PU Kukar Kembangkan Jaringan Irigasi dan Sumur Bor di Lima Kawasan Pertanian
Oleh Admin3 menit baca219 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.
Untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengembangkan sarana pengairan, baik melalui pembangunan jaringan irigasi maupun penyediaan sumber air alternatif.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar dengan menyasar lima kawasan pertanian yang menjadi prioritas pengembangan.
Pembangunan ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh pasokan air yang lebih memadai, terutama ketika sumber air permukaan mengalami penurunan debit.
Pengembangan infrastruktur pengairan tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan baru, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung untuk mengoptimalkan pemanfaatan air yang tersedia.
Langkah ini menjadi semakin penting di tengah kondisi sejumlah sungai yang mengalami penyusutan debit.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Awang Agus Sahbani menjelaskan, sejumlah pekerjaan pengairan mulai dilaksanakan sepanjang 2026.
Beberapa di antaranya meliputi pembangunan pintu air di kawasan Jonggon dan Bukit Raya, serta pekerjaan pendukung pengairan di wilayah Tenggarong Seberang.
Ia mengatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang telah disampaikan pada tahun sebelumnya.
Namun, karena jumlah usulan cukup banyak, pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
"Usulan yang masuk memang cukup banyak, tetapi tahun ini belum semuanya bisa dikerjakan karena harus menyesuaikan anggaran. Beberapa yang terlaksana di antaranya pembangunan pintu air di Jonggon dan Bukit Raya," ujarnya saat ditemui di Tenggarong, Selasa (3/11/2026).
Ia menyebutkan, alokasi anggaran Bidang SDA Dinas PU Kukar pada 2026 berkisar Rp8 miliar, anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan pengembangan infrastruktur sumber daya air sesuai skala prioritas di lapangan.
Selain pengembangan jaringan irigasi, PU Kukar juga memperhatikan peningkatan kapasitas tampungan air.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat debit sungai mengalami penurunan.
Dengan kapasitas tampungan yang lebih besar, air yang tersedia dapat disimpan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan saat diperlukan.
"Kebutuhan utama pertanian itu air. Sekarang kondisi sungai sedang surut, sehingga bagaimana air yang tersedia tetap bisa kita tampung dan dimanfaatkan. Salah satu upayanya dengan menambah dimensi tampungan sekitar satu meter agar volume air yang tersimpan lebih besar," jelasnya.
Di luar pengembangan jaringan irigasi, PU Kukar juga mengupayakan ketersediaan sumber air melalui pembangunan sumur bor.
Program ini menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pengairan, khususnya di kawasan pertanian yang membutuhkan dukungan sumber air tambahan.
Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan TNI, baik dalam kegiatan Karya Bakti maupun TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Dalam pola kerja sama tersebut, Dinas PU menyiapkan material pembangunan, sementara proses pengerjaan di lapangan dilaksanakan oleh personel TNI.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembangunan berada di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.
Sejak 2024, pembangunan sumur bor untuk mendukung sektor pertanian telah mencapai sekitar 30 titik.
Lokasinya tersebar di lima kawasan prioritas, yakni Tenggarong Seberang I dan II, Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong, serta Marangkayu.
"Untuk kebutuhan pertanian, sumur bor yang sudah kami bangun kurang lebih 30 titik sejak 2024. Pelaksanaannya bekerja sama dengan TNI, baik melalui Karya Bakti maupun TMMD," ungkapnya.
Setiap titik pembangunan sumur bor membutuhkan anggaran rata-rata sekitar Rp300 juta.
Adapun kedalaman pengeboran berkisar antara 60 hingga 80 meter, bergantung pada kondisi tanah dan keberadaan sumber air yang dapat dimanfaatkan.
Penentuan lokasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan luas hamparan lahan serta potensi pertanian di masing-masing wilayah.
Marangkayu menjadi salah satu kawasan prioritas karena memiliki bentang lahan pertanian yang cukup luas.
Pertimbangan serupa diterapkan di Tenggarong Seberang serta kawasan pertanian yang membentang dari Sebulu hingga Muara Kaman.
"Kami menetapkan lima kawasan prioritas. Tenggarong Seberang dibagi menjadi dua wilayah, kemudian Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong, dan Marangkayu. Penentuan ini melihat potensi serta luas kawasan pertaniannya," tutupnya. (Adv/Kriz)




