73 Peserta Tenaga Pendamping Desa Ikuti Bimtek dan Sertifikasi PPPMD
Kegiatan
bimbingan teknis (Bimtek) dan sertifikasi tenaga pendamping profesional desa,
program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD).(istimewa)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono resmi buka bimbingan teknis
(Bimtek) dan sertifikasi tenaga pendamping profesional desa, program
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD), di Hotel Grand Fatma Tenggarong,
Selasa (18/10/2022).
Bimtek tersebut digelar sejak 18 Oktober
hingga 22 Oktober 2022, yang diikuti oleh 73 peserta dari Kecamatan Kecamatan
yang ada di Kukar.
Sekab H Sunggono mengatakan, pemerintah
daerah menyambut baik atas terlaksananya kegiatan ini, yang diselenggarakan
oleh Kementerian Desa. Maka dari itu kesempatan bimtek dapat dimaksimalkan,
sehingga menghasilkan personil profesional, dan mumpuni dalam menjalankan tugas
sebagai pendamping desa.
"Mengingat tolak ukur keberhasilan
pembangunan desa, dipengaruhi oleh kemampuan aparatur desa, dalam mengawal
tertib adminsitrasi pemerintahan desa, khususnya dalam proses pembangunan dan
penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, efisien, transparan dan bertanggung
jawab," kata Sunggono.
Dirinya berharap, melalui bimtek dan
setifikasi ini, bisa menghasilkan tenaga pendamping yang kompeten, sehingga
bisa mengawal dalam pembangunan desa.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayan
Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto menuturkan, bimtek dan sertifikasi
dari Kementerian Desa se Kukar, yang diikuti baik tenaga ahli, pendamping desa
di Kecamatan, dan pendamping lokal desa.
"Yang mengikuti sebanyak 73 peserta, dan
narasumbernya ada 2 dari Kementerian Desa yakni Ismai dan Nurul. Para
pendamping ini perlu tenaga profesional, profesional itu perlu sertifikasi,
maka kita membantu memfasilitasi," ucap Arianto .
Lanjut dia, bagaimana upgrading pendamping
desa ini, menjadi pendamping desa profesional, dengan dilakukan bimtek untuk
mendapatkan sertifikat profesional tersebut.
"Harapan kita, setelah mereka bertambah
pengetahuannya, bisa lebih maksimal dalam mendampingi desa desa yang ada di
Kukar. Sehingga kedepannya bisa berkolaborasi antara pemerintah desa dan
pemerintah daerah, dan bisa percepatan pembangunan maupun pemberdayaan
masyarakat di desa itu sendiri," tutupnya.(*riz)