Pemkab Kukar Fokus Tangani Kemiskinan Ekstrem
Kabid
Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri
POSKOTAKALTIMNWES.COM,
KUKAR.-Pemerintah
Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kukar fokus mengatasi angka
kemiskinan ekstrem di Kukar. Sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor
4/2022, tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2024 menjadi 0
persen di Indonesia.
Plt Kepala Bappeda Kukar Sy. Vanesa Vilna
melalui Kabid Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri
mengatakan, angka kemiskinan ekstrem di Kukar menjadi perhatian bersama, bukan
hanya tugas pemerintah daerah saja.
"Melainkan kolaborasi antar perangkat
daerah, maupun lembaga atau stakeholder lainnya, agar angka kemiskinan ekstrem
di Kukar menurun," kata Saiful Bahri kepada Poskotakaltimnews, di ruang
kerjanya, Rabu (29/3/2023)
Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk
menurunkan angka kemiskinan ekstrem, upaya tersebut masuk ke dalam program
melalui aplikasi Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK).
Sementara di dalam aplikasi tersebut terdapat
15 program sasaran, diantaranya program sanitasi aman, yok baiki rumah, program
air bersih, keaksaraan dasar, keaksarahan usaha mandiri.
Kemudian, kecakapan hidup, kesetaraan kejar
paket A B C, bantuan disabilitas, bantuan pangan, dan masih banyak lainnya.
"Pada masing masing program tersebut
sudah ada sasarannya, untuk datanya diperoleh dari Pensasaran Percepatan
Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Sementara dalam merealisasikan program
tersebut sudah ada pihak perusahaan yang terlibat pada aplikasi tersebut,"
ungkapnya
Pihak perusahaan akan memilih program apa
yang ingin disasar, di zona perusahaan itu beroperasi. Sehingga program ini
bisa berjalan cepat dan tepat sasaran.
"Ada sekitar 45 perusahaan yang turut
berpartisipasi pada realisasi program tersebut," sebutnya
Sementara berdasarkan data Kementerian
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI bahwa,
angka kemiskinan di Kukar pada 2022 lalu sekitar 1,45 persen, dengan jumlah
penduduk sekitar 11.479 jiwa.
"Dibanding dengan 2021 ke 2022 jelas ada
penurunan, untuk yang 2021 angka kemiskinan ekstrem di Kukar sekitar 1,55
persen, dengan jumlah 12.128 jiwa," jelasnya.
Artinya berbagai upaya yang dilakukan oleh
Pemkab Kukar, mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Ada beberapa
Kabupaten/Kota di Kaltim angka kemiskinan ekstremnya relatif meningkat.
"Seperti di Kutai Timur pada 2021
sekitar 2,39 persen, sedangkan 2022 naik menjadi 6,45 persen, ada juga Berau
dan Mahulu, ini berdasarkan data Kemenko PMK," ucapnya.
Dirinya berharap, dalam menangani kemiskinan
ekstrem di Kukar dibutuhkan kolaborasi yang baik, sehingga apa yang ditargetkan
pada 2024 bisa tercapai.(riz/adv)