Polres Kukar Ungkap Kasus Tambang Ilegal di Loa Kulu
KBO Reskrim Polres Kukar Iptu Sang Made Satria Damara saat gelar jumpa pers di Mapolres Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Satreskrim Polres Kukar mengungkap kasus ilegal mining yang terjadi di Kecamatan Loa Kulu, pada Januari hingga Maret 2023.
KBO Reskrim Polres Kukar Iptu Sang Made
Satria Damara mengatakan, ilegal mining tersebut berada di Desa Jonggon dan
Sumber Sari.
"Jadi kasus ini ada 3 L/P atau berkas
yang berbeda, dengan inisial tersangka YD, VI, LI. Dari pengungkapan ini kita
temukan 3 barang bukti berupa 2 unit excavator merk Hitachi, dan 1 unit
excavator merk Xcmg," kata Sang Made Satria Damara.
Dari kejadian tersebut, mereka dijatuhkan
Pasal 128 UU Nomor 30/2020 tentang minerba, dengan ancaman 5 tahun penjara.
Sementara itu Kanit Tipiter Polres Kukar Ipda
R M Sagi Janitra menambahkan, lokasi ilegal mining tersebut berada di Jonggon
dan Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, penangkapan tersangka tersebut setiap bulan
ada sejak Januari hingga Maret 2023.
"Statusnya saat ini sudah penyidikan dan
ditahan semua. Ini ada 3 L/P masing masing perannya sebagai pengawas, pendana,
dan pekerja di lapangan," ujar R M Sagi Janitra.
KASUS
REMPANGA
Pada kesempatan yang sama, ia juga
menjelaskan terkait video viral yang beradar terkait dengan seseorang diduga
membawa senjata tajam, bahwa Polres Kukar masih terus melakukan penyelidikan.
"Tadi sekitar pukul 03.15 wita, tesangka
menyerahkan diri, dari hasil penyelidikan kami bahwa dari keterangan pelaku
senjata yang digunakan tersebut adalah senjata mainan," ungkapnya.
Polres Kukar terus mendalami soal kejadian
tersebut, pihaknya akan mencari saksi saksi yang berada di tempat kejadian
tersebut.
"Inisial pelaku RH kejadian di Desa Rempanga
Kecamatan Loa Kulu. Ini kita dalami karena yang ada di dalam video tersebut
belum ada laporan ke kami," ucapnya
Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi
terkait seperti KSOP, terkait status kejelasan stopel (Jetty), Polres Kukar
juga sudah menindaklanjuti terkait jalan umum yang digunakan untuk jalan
houling.
Polres Kukar melakukan penyelidikan asal
muasal batu, di Rempanga Loa Kulu, pihaknya tidak menemukan aktivitas di
kawasan tersebut, kemungkinan karena hujan.
"Kalau terkait dengan kasus penyerangan
senjata tajam pada video tersebut, sampai saat ini yang merasa diserang belum
ada melaporkan, selagi ada laporan pasti kami tindak lanjuti," tutupnya.(riz)