PLTS Desa Muara Enggelam Perlu Peningkatan Kapasitas

img

TENGGARONG. Lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal, kini warga Desa. Muara Enggelam, Kecamatan. Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sudah bisa menikmati listrik selama 24 jam.


“Namun pengunaanya masih terbatas, dikarenakan PLTS Komunal hanya memiliki kapasitas 30 kWp, satu rumah hanya mendapatkan pasokan listrik 350 watt.” Kata Ramsyah, Ketua BUMDes Muara Enggelam.

Ramsyah mengaku, sudah banyak warga yang meminta pemanbahan kapasitas supaya bisa menyalakan perabotan elektronik mereka seperti Kulkas, Mesin Cuci, bahkan Televisi siang dan malam.


“Kami sudah berencana untuk meningkatkan kapasitas daya listrik yang ada, lewat APBDes dan Penyertaan Modal MUMDes dari 350 watt per rumah ditingkatkan menjadi 750-900 watt. Paling tidak, kami membutuhkan dana sekitar Rp 500 juta-Rp 600 juta,” kata Ramsyah


Untuk memberikan peningkatan daya 750-900 watt per rumah, perlu peningkatan kapasitas PLTS komunal sebesar 15 kWp, baru bisa memenuhi kebutuhan pasokan listri yang di butukhan warga.


Kepala Desa Muara Enggelam. Alfian, pernah meminta kepada Dinas Pertambangan dan Energi Kukar agar kapasitasnya ditambah, agar warganya bisa juga menikmati tayangan televisi siang dan malam


“Sekarang warga kami hanya bisa menonton televisi pada siang hari, malam hari televisi hanya menjadi hiasan saja, bahakan pada siang hari penggunaan lampu dan televisi tidak bisa di gunakan secara bersamaan,” tegasnya.


Usulan peningkatan kapasitas daya listrik ini sudah disampaikan dalam Musrembang Desa, Kecamatan hingga tingkat Kabupaten, PLTS komunal yang mengalirkan listrik ke rumah warga diletakkan di belakang kantor desa. Perangkatnya sendiri langsung didatangkan dari Jerman.


“Desa Muara Enggelam dihuni 169 KK atau 690 jiwa. Mereka tinggal di Rakit (rumah yang berdiri di atas air). Proyek pengadan PLTS Komunal di Muara Enggelam ini menelan anggaran Rp 3,25 miliar dari APBN. PLTS ini didukung 150 lembar panel surya dan 114 unit baterai dengan berat satu baterai 85 kg,” papar Alfian.


Saat ini Pemkab belum bisa membantu dalam memenuhi keinginan warga untuk peningkatan kapasitas listrik karena kondisi keuangan daerah yang defisit. Sedangkan daerah lain masih banyak yang mengalami krisis listrik. “Peningkatkan kapasitas PLTS bisa dianggarkan lewat BUMDes. Sedangkan dana yang ada bisa dialokasikan ke daerah lain yang masih krisis listrik,” tandas Alfian. aji/poskotakaltimnews.com