UMKM Perempuan Belum jadi Prioritas, DPRD Kaltim Desak Pemprov Perluas Dukungan
Anggota Komisi
II DPRD Kaltim, Yonavia
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Minimnya dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang digerakkan oleh perempuan menjadi sorotan serius DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota Komisi II DPRD
Kaltim, Yonavia, menilai pemerintah daerah belum memberikan perhatian yang
memadai terhadap kelompok usaha berbasis rumah tangga yang dijalankan oleh kaum
ibu.
Menurut Yonavia, selama
ini banyak perempuan di Kaltim khususnya ibu rumah tangga yang berinisiatif
membangun usaha mikro secara mandiri untuk menopang kebutuhan keluarga.
Namun, langkah-langkah
mereka belum sepenuhnya difasilitasi oleh kebijakan pemerintah, terutama dalam
hal akses pembiayaan, pelatihan usaha, dan pemasaran produk.
"Perempuan pelaku
UMKM bukan hanya pencari nafkah tambahan, tetapi juga penyangga ekonomi lokal.
Sayangnya, belum banyak program yang secara khusus menyasar mereka,” ungkapnya,
Selasa (17/6/25).
Ia menyebut, tantangan
yang dihadapi pelaku UMKM perempuan jauh lebih kompleks. Selain harus
menjalankan peran domestik, mereka juga berjuang menghadapi persaingan pasar,
keterbatasan modal, dan kurangnya pengetahuan manajemen usaha.
Dalam situasi ekonomi yang
fluktuatif, kelompok ini rentan tersingkir jika tidak mendapat dukungan konkret
dari pemerintah.
Lebih lanjut, Yonavia
menekankan bahwa keberpihakan Pemprov Kaltim seharusnya tidak berhenti pada
seremoni program, tetapi harus menyentuh kebutuhan dasar pelaku usaha, mulai
dari pendampingan, pelatihan berkelanjutan, hingga perluasan jaringan
distribusi produk.
"Kalau mereka diberi
akses belajar, dibantu mengembangkan produk, dan dibukakan pasar, UMKM
perempuan bisa jadi kekuatan ekonomi daerah yang sesungguhnya," tegasnya.
Ia juga mendorong adanya
alokasi anggaran yang lebih spesifik untuk pemberdayaan UMKM perempuan dalam
APBD, agar keberadaan mereka tidak hanya diakui secara simbolik, tetapi juga
dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program ekonomi
daerah.
Di tengah upaya Kaltim mempersiapkan diri menuju transformasi ekonomi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Yonavia menilai sudah saatnya pemerintah daerah mulai memprioritaskan UMKM perempuan sebagai bagian dari strategi pembangunan inklusif.
"Jangan sampai perempuan
hanya jadi penonton dalam geliat ekonomi baru. Mereka harus dilibatkan dan
diberdayakan agar ikut tumbuh bersama," pungkasnya.(ADV/DPRDKALTIM)