Bukan Lagi Sekadar Timbangan Balita, Posyandu Kini Garda Terdepan Enam Layanan Dasar di Kukar

img

Kegiatan Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Kukar. (pic:ist)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Posyandu di Kutai Kartanegara (Kukar) kini melangkah ke babak baru. Tak lagi sebatas tempat menimbang balita, Posyandu kini menjadi ujung tombak dalam penyediaan enam layanan dasar masyarakat sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Transformasi ini menjadi isu penting yang tengah digarap serius oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.

 

Belum lama ini ratusan peserta yang terdiri dari tim Pembina Posyandu tingkat Kabupaten dan Kecamatan di Kukar hadir dalam kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas yang digelar DPMD Kukar pada bulan September lalu, untuk menyamakan persepsi dan memperkuat strategi kelembagaan Posyandu.

 

Kepala DPMD Kukar, Arianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Posyandu kini bukan lagi program seremonial atau sekadar urusan kesehatan ibu dan anak.

 

“Posyandu harus jadi motor penggerak enam layanan dasar, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ketahanan keluarga. Seluruh tim pembina wajib memahami arah baru ini,” ujarnya saat dikonfirmasi.

 

Menurut Arianto, perubahan sistem ini menuntut kolaborasi lintas sektor. Jika sebelumnya posyandu terbagi berdasarkan sasaran  seperti balita, lansia, dan remaja  kini semua itu terintegrasi di bawah satu sistem pelayanan.

 

“Dulu pembinaan terpisah. Sekarang, kader harus mampu menjangkau semua aspek agar pelayanan masyarakat lebih efisien dan tepat sasaran,” tambahnya.

 

Ia pun mengingatkan pentingnya menyingkirkan ego sektoral antar-perangkat daerah. Kolaborasi, kata dia, menjadi kunci agar Posyandu benar-benar bisa menjalankan perannya sebagai garda terdepan layanan publik.

 

“Kita harus bergerak bersama. Tanpa sinergi lintas sektor, target besar seperti penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan sulit tercapai,” tegasnya.

 

Tak hanya pembenahan sistem, DPMD Kukar bersama tim pembina kini juga tengah menyiapkan diri menuju lomba posyandu tingkat nasional. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, mulai dari BUMDes, WPD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga DP2KB. Kerja kolektif ini disebut Arianto sebagai bukti nyata semangat gotong royong antar instansi.

 

Hasilnya pun mulai terlihat. Angka stunting di Kukar berhasil ditekan signifikan, dari 27 persen menjadi 14,9 % penurunan tertinggi di Kalimantan Timur.

 

“Ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa posyandu berperan penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kualitas generasi masa depan,” tutur Arianto.

 

Ia juga menyebut tingkat partisipasi kader posyandu juga menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data DPMD, 93 persen kader aktif dalam pelaksanaan posyandu serentak angka tertinggi di Kaltim. Fakta ini memperlihatkan bahwa semangat kerja di akar rumput masih sangat kuat.

 

Ke depan, DPMD Kukar menargetkan posyandu menjalankan enam layanan utama sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) 169.

 

“Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, kami yakin program OSEAN dan SPM 169 akan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kukar,” pungkas Arianto. (Adv/Tan)