Pemkab Kukar Prioritaskan Kajian Tata Ruang Sebelum Tentukan Pembangunan Bioskop di Tenggarong

img

Kabid Perencanaan Pengendalian pembangunan Daerah Bappeda Kukar Saiful Bahri. 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan rencana pembangunan gedung bioskop di Tenggarong harus secara matang.

Rencama pembangunan tersebut memerlukan kajian mendalam terkait tata ruang dan potensi dampak lingkungan sebelum menentukan lokasi maupun skema kerja sama.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sy. Vanesa Vilna melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Bappeda Kukar Saiful Bahri mengatakan, kajian yang akan dilakukan pada 2026 itu menjadi dasar penting untuk memastikan pembangunan bioskop tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. Mulai dari potensi kemacetan, keterbatasan lahan, hingga kesesuaian kawasan dengan fungsi ruang.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini benar-benar sesuai perencanaan ruang di Tenggarong. Kajian kelayakan menjadi kunci agar keputusan yang diambil tepat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelas Saiful Bahri, di Tenggarong, Senin (1/12/2025).

Ia menuturkan, pemerintah membuka beberapa skema pembangunan, namun semuanya tetap bergantung pada hasil kajian.

Skema tersebut mencakup kerja sama penuh dengan investor swasta, maupun pembangunan oleh pemerintah yang kemudian dikelola bersama operator.

“Misalnya menggandeng operator besar seperti XXI, atau pemerintah membangun lebih dulu lalu bekerja sama dalam hal pengelolaan. Tetapi keputusan final menunggu hasil kajian kelayakan,” ujarnya.

Kajian ini nantinya juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kukar, untuk memperkuat analisis terkait kebutuhan masyarakat dan dampak sosial ekonomi.

Selain itu, pemerintah saat ini mempertimbangkan dua lokasi potensial, yakni kawasan gedung ekonomi kreatif (ekraf) dan area sekitar Pasar Tenggarong. Namun lokasi tersebut masih bersifat alternatif sebelum studi lapangan dilakukan.

“Kami tak ingin salah langkah. Penentuan lokasi harus mempertimbangkan aksesibilitas, potensi kemacetan, dan kesiapan lahan. Semua dipastikan melalui kajian agar pembangunan bioskop dapat berjalan lancar,” tegasnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan bioskop ini merupakan program prioritas dan bagian dari janji politik Bupati Kukar yang akan direalisasikan secara bertahap. Pemerintah berharap upaya ini tidak hanya menyediakan fasilitas hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di Tenggarong. (Adv/riz)