Pemkab Paser dan BI Bentuk Tim Inflasi Gabungan

img

TANA PASER, Pemerintah Kabupaten Paser melalui Bagian Bina Ekonomi III Sekretariat Daerah Kabupaten Paser bersama dengan Bank Indonesia (BI) cabang Balikpapan, membentuk Tim Inflasi di Paser, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tim ini beranggotakan Kabag Ekonomi III Candra Irwanadhi, gabungan Tim BI cabang Balikpapan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kepala Perum Bulog sampai pejabat sekretariat daerah dan SKPD terkait, tim siap bekerja.

Kabag Ekonomi III Candra Irwanadhi mengungkapkan kondisi ekonomi di Paser (Tana Paser) sangat tergantung pada putaran ekonomi daerah. Apalagi saat momentum hari besar sampai perubahan iklim dapat melambung harga sembako melambung tinggi. 

"Kondisi Paser cukup aman, situasi daerah cukup aman. Tapi kalau keuangan daerah jatuh, akan berpengaruh terhadap putaran ekonomi," ungkap Candra Irwanadhi saat Rapat Tim, di Ruang Rapat Telake.

Candra Irwanadhi menambahkan tim akan bekerja pada momentum gabungan pasar. "Pada waktu harga pasar tinggi, Tim bekerja melalui peranan pasar murah," tegasnya. Saat ini, lebih banyak konsentrasi pada diskusi, menghadapi hari besar. Dengan peranan preventif atau pendekatan, diyakini dapat mengatas melambung harga sembako tinggi, di waktu kesempatan berada. 

Bersama itu, Asisten Direktur Bank Indonesia cabang Balikpapan Thomy Andryas menjelaskan pembentukan tim pantau inflasi, pasti pemberian informasi dengan ketersediaan pasokan sembako di Paser. 

"Keterjaminan sembako di Paser, bisa dipantau melalui tim yang dibentuk menggelar operasi pasar," ungkapnya.

TPID di Kabupaten juga memiliki tren peningkatan perkembangan ekonomi, terutama dengan patokan daerah setempat dan rujukan. "Tidak berperan pada perkembangan inflasi, tapi tren peningkatan perkembangan ekonomi daerah dengan patokan daerah terdekat," paparnya.(taf-poskotakaltimnews.com)