Saber Pungli Polda Kaltim Tetapkan 3 Karyawan Pertamina MOR VI Sebagai Tersangka

img

BALIKPAPAN, Berdasarkan hasil pemeriksaan secara marathon, Tim Saber Pungli Polda Kaltim menetapkan tiga karyawan Pertamina MOR VI Kalimantan yakni MI (29), NM (43) dan HT (42) sebagai tersangka dugaan korupsi. Berikut sudah diamankan barang bukti beberapa kendaraan dan dua orang pengusaha yang selama ini sebagai agen Lyquid Petroleum Gas (LPG). Demikian dijelaskan Kabid Humas Polda kaltim, Kombes Pol. Drs. Ade Yaya Suryana. 

"Tim bekerja dengan cepat sejak Jumat (10/3) lalu langsung mengamankan barang bukti berupa sejumlah amplop berisi sejumlah uang. Pada amplop itu sudah ditulis nama-nama pejabat Pertamina MOR VI Kalimantan yang bakal menerima amplop tersebut, totalnya cukup besar mencapai Rp. 104 juta lebih," tegas Ade Yaya Suryana.

Ditambahkannya, amplop yang berisi uang itu diduga merupakan 'uang pelicin' yang ditujukan kepada pejabat Pertamina MOR VI Kalimantan oleh para agen dengan harapan bisa mendapatkan gas dalam jumlah yang diinginkan.

Dari pengakuan para agen kepada petugas, diduga kuat pemberian amplop tersebut untuk memperlancar pembagian kuota LPG yang direkomendasikan MOR VI Pertamina kepada seluruh agen LPG di Kaltim dan Kaltara.

"Total uang yang kami sita dari beberapa amplop mencapai Rp 100.400.000," ungkap Ade Yaya. Dua agen LPG merupakan agen dari  PT Sebatik Sun Flower (Kaltara) dan PT Ismail Bersaudara (Balikpapan). 

Sebelumnya General Manager MOR VI Pertamina Muhammad Irfan mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada officer yang terbukti melakukan kesalahan atau melakukan pungutan liar,. 

‘’Sanksi itu bisa saja pemecatan tergantung pelanggaran atau kesalahan yang ditemukan penyidik. Apalagi sudah ada peraturan tidak boleh menerima apa pun dari para agen. Untuk kuota gas LPG sudah ada ketentuannya,’’ tugas Muhammad Irfan.(max-poskotakaltimnews.com)