PHM Raih ISO 50001:2018 Sistem Manajemen Energi
(Pertamina Hulu Mahakam menerima sertifikasi ISO 50001:2018)
JAKARTA, 12 Maret 2021 - PT Pertamina Hulu
Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK
Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan, menerima
sertifikasi ISO 50001:2018 dari lembaga sertifikasi Intertek Certification Gmbh
untuk Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS). Sertifikasi itu diberikan
karena Lapangan SPS telah memenuhi persyaratan dalam pengelolaan penggunaan
energi pada mesin-mesin utama di Peciko Processing Area (PPA). Upaya ini telah
menghemat biaya sebesar Rp 11 miliar selama Januari – Agustus 2020, melalui
program deaktivasi LP Compressor dan pelaksanaan Preventive Maintenance.
Sertifikasi ISO 50001:2018 merupakan standard
untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola penggunaan energi dan
mengukur kinerja energi secara berkelanjutan. Penyerahan kepada PHM berlangsung
di sela-sela acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Energi Pada Kegiatan Industri
Hulu Migas yang dilakukan secara daring, Rabu (10/03/2021). Sertifikat
diserahkan oleh Jose Richard Gamo selaku Regional Managing Director Intertek
Certification Gmbh kepada Herry Junaedy selaku Kepala Lapangan SPS PHM.
Acara Bimbingan Teknis tersebut dihadiri oleh
sejumlah pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yakni Hendro
Gunawan (Koordinator Bimbingan Teknis dan Kerjasama Konservasi Energi Ditjen
EBTKE), Endra Dedy Tamtama (Koordinator Pengawasan Konservasi Energi), serta
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yakni Ir. Hari Wibowo (Kepala Sub
Direktorat Monitoring, Pelaporan, Verifikasi dan Registri Aksi Mitigasi Sektor
Berbasis Non Lahan). Sedangkan dari Manajemen PHM diwakili Yoseph Gunawan (VP
Health Safety Environment and Quality).
Yoseph Gunawan dalam kesempatan itu mengatakan
WK Mahakam menempuh perjalanan cukup panjang untuk mencapai sertifikasi ISO
50001:2018. Langkahnya dimulai dengan Audit Energi pada 2018 dan mengangkat
auditor energi maupun manager energi yang tersertifikasi di Lapangan SPS.
Selanjutnya pada April 2019 dimulailah proses sertifikasi ISO 50001:2018, dan
pada Juni 2020 dimulailah audit internal untuk sertifikasi ini, yang
dilanjutkan dengan tiga tahapan audit eksternal sampai diterbitkannya
sertifikat ISO 50001:2018 pada bulan November 2020.
Sertifikasi ini berhasil diraih karena PHM berhasil menunjukkan
sejumlah keunggulan, yaitu komitmen penuh seluruh jajaran manajemen PHM dan tim
di lapangan dalam mengimplementasikan program pengelolaan energi, semua tim
yang terlibat memperlihatkan pengetahuan tinggi dalam perawatan dan
pemeliharaan peralatan operasi, adanya integrasi antara ISO 50001:2018 dan ISO
140001 Sistem Manajemen Lingkungan yang telah diterapkan selama 10 tahun,
didukung dengan sistem manajemen di perusahaan yang baik, dan Peciko Processing
Area sendiri terbukti mampu menghemat energi.
“Sebagai sebuah perusahaan minyak dan gas,
PHM menyadari bahwa upaya pengelolaan energi akan berdampak signifikan dalam
mendukung lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Yoseph.
Lebih lanjut Yoseph menguraikan, PHM
senantiasa memprioritaskan pengelolaan penggunaan energi dalam menjalankan
usaha kegiatan hulu migas. Pada tahun 2020, SPS merupakan site dengan pemakaian
energi terbesar di WK Mahakam, yaitu mencapai 25%. Berdasarkan data, sepanjang
Januari - Desember 2020 angka penghematan energi PHM mencapai 1.674.527 Gj, atau setara dengan energi yang
dihasilkan dari pembangkit listrik sebesar 20,23 MWH dengan pengurangan emisi
CO2 sebesar 134.080 ton per tahun.
Pjs VP QHSE PT Pertamina Hulu Indonesia,
Benyamin Argubie, mengapresiasi upaya PHM dalam melakukan upaya pengelolaan
energi secara berkelanjutan.
“Diterimanya ISO 50001:2018 adalah sebuah
terobosan karena sertifikasi ini merupakan yang pertama di WK Mahakam,”
katanya.
Manajer Senior K3LL SKK Migas, Kosario M
Kautsar, juga mengucapkan selamat kepada PHM atas sertifikasi ISO 50001:2018
ini.
“SKK Migas berharap sertifikasi ini bisa
diterapkan ke lapangan lain dan menjadi baseline untuk konservasi energi di WK
Mahakam dan ke depannya bisa diintegrasikan dengan sistem manajemen lain yang
memungkinkan PHM menjalankan operasi secara lebih efektif dan biaya operasi
yang lebih efisien,” katanya.
Kemampuan PHM mengumpulkan data terkait
penggunaan energinya merupakan wujud dukungan terhadap upaya Pemerintah untuk digitalisasi
sistem data pengelolaan energi yang berada di bawah koordinasi Kementerian ESDM
mau pun mitigasi perubahan iklim yang berada di bawah koordinasi Kementerian
LHK.(pk/poskotakaltimnews.com)