GEMA Kukar Jadi Bagian Pembinaan ASN, Kemampuan Mengaji PPPK Ikut Dievaluasi
Oleh Admin2 menit baca239 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Gerakan Etam Mengaji (GEMA) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan rutin, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan aparatur sipil negara (ASN).
Bahkan, perkembangan kemampuan membaca Al-Qur'an menjadi salah satu aspek yang dievaluasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam proses penyerahan surat keputusan (SK).
GEMA merupakan salah satu dari 17 Program Dedikasi dalam visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik.
Program ini masuk dalam Misi ke-2, yakni meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa pelaksanaan GEMA di lingkungan pemerintahan terus dipantau, baik di tingkat kecamatan maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan program.
Secara umum, Gerakan Etam Mengaji merupakan gerakan terencana untuk membangun kebiasaan dan budaya membaca Al-Qur'an di tengah masyarakat Muslim.
Pelaksanaannya tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup pembelajaran, pemahaman, penghayatan hingga pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk tingkat kecamatan, pemantauan dilakukan secara berjenjang melalui laporan yang disampaikan camat kepada pemerintah kabupaten.
Sejumlah kecamatan telah secara intensif melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, Gerakan Safari Subuh juga menjadi bagian dari aktivitas keagamaan yang turut dipantau.
"Pada prinsipnya kegiatan ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan. Jadi, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh OPD untuk menjalankannya," ujarnya saat ditemui di Pendopo Odah Etam Tenggarong pada Jumat (6/11/2026).
Pelaksanaan GEMA juga berkaitan dengan pembinaan pegawai, salah satunya melalui evaluasi perkembangan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi PPPK yang akan menerima SK.
Menurutnya, perkembangan kemampuan mengaji menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
Pegawai diharapkan menunjukkan peningkatan kemampuan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Harus dipastikan ada progres kemampuan mengajinya dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi, teman-teman yang dilantik hari ini belum bisa langsung mengambil SK apabila belum mengikuti tes mengaji," jelasnya.
Untuk memastikan proses evaluasi berjalan, BKPSDM Kukar akan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kukar.
Para pegawai nantinya diarahkan mengikuti tes mengaji di hadapan petugas yang ditunjuk BKPSDM.
Meski demikian, pegawai yang belum mampu membaca Al-Qur'an tetap diberikan kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya secara bertahap.
Evaluasi juga memperhatikan perkembangan hasil belajar, bukan semata-mata kemampuan awal.
"Kalau memang belum bisa, misalnya masih pada tahap Iqra satu, tidak masalah. Kita arahkan untuk belajar terlebih dahulu. SK-nya bisa ditahan sementara. Jika minggu berikutnya sudah menunjukkan kemampuan, misalnya meningkat ke Iqra dua, maka SK bisa diberikan," tutupnya. (Adv/Kriz)



